Sabtu, 14 April 2012

Penggunaan Huruf Tebal yang Benar

1. huruf tebal dalam cetakan dipakai untuk menuliskan judul buku, bab, bagian bab, daftar isi, daftar tabel, daftar lambang, daftar pustaka, indeks, dan lampiran.
Misalnya :
a. Judul     : HABIS GELAP TERBITLAH TERANG
b. Bab      : BAB 1 PENDAHULUAN
2. Huruf tebal tidak dipakai dalam cetakan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata atau kelompok kata; untuk keperluan itu digunakan huruf miring.
Misalnya :
a. Akhiran -i tidak dipenggal pada ujung baris.
   Seharusnya : Akhiran -i tidak dipenggal pada ujung baris
b. Saya tidak mengambil bukumu
    Seharusnya : Saya tidak mengambil bukumu.
3. Huruf tebal dalam cetakan kamus dipakai untuk menuliskan lema atau sublema, serta untuk menuliskan lambang bilangan yang menyatakan polisemi.
Misalnya :
a. Kalah v tidak menang...; 2 kehilangan atau merugi...; 3 tidak lulus...; 4 tidak menyamai...
Mengalah v mengaku kalah
c. Mengalah v 1 menjadikan kalah...; 2 manakjubkan...; 3 menganggap kalah...
d Terkalahkan v dapat dikalahkan
Catatan : Dalam tulisan tangan atau ketikan manual, huruf atau kata yang akan di cetak dengan huruf tebal diberi garis bawah ganda

0 komentar

Poskan Komentar